• Twitter
  • Facebook
  • Google+

ABOUT

PADMASANA


A bit about Padmasana

As the one and only In-Situ stakeholder that implementing the concept of Public Archaeology, Padmasana play important role in the Muarajambi Temple region.

We act as agent for the preservation of the region, and act as a driving force for increasing village creative economy, intermediary in socializing and conflict mediation between stakeholders and local people.

Also act as an observer that routinely monitor all kind of activities undertaken in the Muarajambi Temples Site, covering an area of 3981 hectares.

In short we could say that our scope of work covering all population of local people who live in Muarajambi which consist around 3,000 peoples.

Profile

Padmasana

Who is Padmasana

A local non-profit foundation located in Muarajambi Temples Compound Site area.

Muarajambi Temples Compound Site area, the most extensive Archaeological Site in South East Asia. As a comparison, the size of Muarajambi is twenty the size of Borobudur Temple in Central Java, and twice the size of Angkor Wat in Cambodia.

Padmasana are collaboration between several organizations :

SEKOLAH ALAM RAYA MUARA JAMBI (SARAMUJA) - Educations
MACRO FILM INTERNATIONAL (MFI) - Multimedia
PEMUDA PEDULI LINGKUNGAN MUARA JAMBI (PPL-MJ) - Conservations
SGP TOURS JAMBI - Travel Agency
E-mail: padmasanafoundation@yahoo.com

KNOW MORE ABOUT

PADMASANA ACTIVITIES


Archaeology and Preservation

  • 2011-future

    Research / Data collection and preparation of archaeological catalogs outside the main site. @ Public Archaeology

    Generally found at the bottom of the river and collected by the villagers. Through persuasion, people are willing to give his collection to the Padmasana, with secure tenure such objects will not be transferred to anyone without the permission of the owner, before the building of the museum village that belongs to the village.

    Artifacts are then stored by Padmasana, documented and classified based on the shape, dimensions / size, location of the discovery, and approximate age. The artifacts that inventoried are:

    - Coins with Chinese characters. Collected more than 2000 coins, which as many as 1293 coins of 41 reign have been identified, with the most coins originated from the reign of Tang Kao Tsu (618-686 AD) as many as 141 pieces. While the oldest was found 1 coin from the Han dynasty (186-182 BCE western han) based on the testimony of Dr. Edward McKinnon.

    - Manuscript in the form of slabs / rolls of tin, with Grantha script and Old Malay, 51 slabs. The newly identified as many as two slabs, through the aid of epigraphy EFEO researchers, Prof. Pierre Yves Manguin and Dr. Arlo Griffiths.

    - Ceramic shards and pottery glazed with various motifs/ decor.

    - Various artifacts made of metal and stone.

  • 2011-future

    Revitalizing arts, culture and local wisdom @ Cultural Preservation

    The re-establishment performing arts theater Melayu, Tonel. Tonel is the art of drama Melayu with the main story of Dul Muluk. This performance is similar to Ketoprak in Java, but with the language, music instruments and traditional clothing of Malay. This art is displayed on the big days or folk festival in the village Muarajambi.

    Fostering Malay arts groups such as Hadrah Rebana, Rebana Siam, mask dance arts group that is part of the cultural attractions.

Education and Creativity Bussiness

  • 2011-future

    Education and Training @ Educations For All

    Through shared learning activities for school age children, Sekolah Alam Raya Muara Jambi (SARAMUJA) with non-formal methods, performed in the temple area (outdoor). Content delivered include local wisdom, history of Muarajambi region, preservation of archaeological remains and the environment.

    Fostering the groups of souvenirs artisan including: screen printing, how to make a unique bracelet and necklace and woven pandanus souvenirs.

    Training local tour guide in accordance with the standards of competence guides covering ethics tourist services, coordinating a group, preparation homestay accommodation, foreign language services.

    Digital multimedia Training, covering :

    - Videography : Introduction to camera, lighting, sound, script writing, storyboard, non linear editing, motion control, color grading dan visual effect.

    - Graphic Design: Introduction of vector editing application, raster, blending and retouch, digital printing, color separation, offset printing

    - 3D Animation: introduction of 3D aplication, object modelling, rigging, texturing and animating

    - Web development: introduction of blog platform, CMS Joomla dan Wordpress

  • 2011-future

    Independent and Creative Business Unit @ commercially oriented sustainability program for financing Padmasana

    Through business unit of Indie Production House, Macro Film International, the resulting products such as: Documentary video of tourist destination, TVC, Personal Branding, Videoclip, Wedding documentation, Simulation and 3D modelling animation

    Tour package and local guide services, consulting service and assitance services of local tourism program.

    Organizing local events, such as: festivals, small exhibition, village cinema (outdoor).

    Souvenir/merchandising, producing : T-shirt, pin, traditional beverages, necklace and bracelet ethnic souvenir made of sebalik sumpah, handicrafts made of woven pandanus.

    Food Court, manage by PPL-MJ, on the bank of river as the only free wifi food court in the area of Muarajambi Temple.

Aims and Objectives

To improve the understanding of the people of the heritage area of Muarajambi Temple, both in terms of historical, archaeological or economical
100%
To minimize the threat to the integrity of the area from tampering, theft of artifacts as well as ecological changes
To improve the income and economic value added as well as the quality of the public service who are engaged in the tourism sector
100%
To revitalize local wisdom values and traditions as part of cultural attractions
To enhance the capacity of members in various information technology and multimedia platform
100%
To help local government for better environment, cultural - heritage conservations, and tourism development

Latest Blog

Post


Kunjungan Wisatawan Perancis Ke Komplek Percandian Muara Jambi.

Kunjungan dilaksanakan pada tanggal 21-23 april 2014. Rombongan wisatawan berjumlah 15 orang dan  menginap di area Muara Jambi,  tepatnya diruma penduduk setempat ( Home Stay ).

Berikut adalah beberapa dokumentasi kegiatan selama di komplek Percandian Muara Jambi :

   
                                                    
Perjalanan menuju situs Percandian Muara Jambi menggunakan Pompong

Mendengarkan penjelasan dari guide lokal tentang sejarah Candi Muara Jambi

Salah satu wisatawan sedang mengamati Makara Candi Gumpung
   
                                                                                   
Para wisatawan makan siang di rumah apung

  Mendengarkan penjelasan dari anggota Yayasan Padmasana



Workshop  Anyaman Tikar
  
Wisatawan belajar menganyam tikar
Salah satu kegiatan wisatawan adalah menanam Pohon di pinggir Kanal


Foto bersama Komunitas Lokal

Klarifikasi Media Release January 2014




Menanggapi isu-isu yang beredar di masyarakat berkait dengan media release Padmasana Foundation di harian Kompas beberapa waktu lalu, maka kami merasa perlu untuk menampilkan ulang media release yang sebenarnya dimuat agar dapat ditelaah dan dicermati isi maupun maknanya. 

Tanpa maksud untuk mendiskreditkan atau lainnya, hanya berniat membantu dan memberi masukan kepada pihak yang berwenang agar cagar budaya ini tetap lestari dan terjaga dengan baik.
Kami bekerja meriset dan meneliti serta melakukan usaha penyelamatan benda-benda cagar budaya tanpa berharap pujian, namun butuh support anda semua.
Terima kasih diucapkan kepada semua pihak yang telah membantu dan mensupport kami, baik langsung maupun tidak langsung.


Sekali lagi, dukungan anda sekecil apapun sangat berarti bagi kami
Salam Budaya

Perjalanan Hidup Venerable Atisha Dīpaṃkara Śrījñāna - Chapter IV

Atisha Dīpaṃkara Śrījñāna illustration
Perjalanan ke Tibet dilalui dengan berat karena usia Atisha telah mencapai 53 tahun. Di perjalanan, penerjemah Gyatsonseng jatuh sakit dan meninggal. Setelah dua tahun perjalanan dengan mengandalkan keterampilan Nagtso yang terbatas, rombongan itu akhirnya tiba di Tibet Atas (Tibet bagian barat) di kota Ngari, ibukota Kerajaan Yeshey-wo.

Tuan rumah dan para Biksu menggelar arak-arakan besar dan mengundang Atisha untuk tinggal di biara sunyi terdekat.

Setelah Atisha berada di Ngari selama 3 tahun, memberikan wacana-wacana yang kemudian dikumpulkan ke dalam Pelita Bagi Jalan Menuju Pencerahan (Skt. Bodhipathapradipa), sebuah purwarupa bagi seluruh naskah selanjutnya mengenai pokok ajaran ini, ia berangkat bersama penerjemah Nagtso untuk kembali ke India.

Namun, perang yang berkecamuk di perbatasan Nepal menghalangi perjalanan mereka. Nagtso menjadi teramat sangat cemas karena mustahil baginya untuk menepati janji pada Kepala Vihara Vikramashila. Atisha segera menenangkan ketakutannya dan Nagtso menulis sepucuk surat untuk Kepala Vihara, menjelaskan bagaimana niat baik mereka terpaksa pupus.

Sebagai ganti ketidakkhadirannya, Atisha mengirimkan sebuah salinan Pelita Bagi Jalan Menuju Pencerahan. Ia juga meminta izin untuk tetap tinggal di Tibet sampai akhir hayatnya. Mereka kemudian kembali ke Ngari.

Kepala Vihara pun maklum setelah membaca naskah Pelita Bagi Jalan Menuju Pencerahan dan menulis surat untuk Nagtso, si penerjemah, “Saya sudah tidak berkeberatan jika Atisha menetap di Tibet. Yang ia tulis telah membawa manfaat bagi kita semua. Saya hanya meminta supaya ia sekarang menulis dan mengirimkan pada kami tafsirnya sendiri tentang naskah itu.” Inilah sebab ditulisnya tafsir Atisha sendiri tentang pokok-pokok sukar dalam naskah penting ini.

Segera, Atisha pergi lebih jauh ke utara, ke Tibet Pusat dan mengunjungi Lhasa. Dalam perjalanan, mereka berhenti di Samyay, Vihara pertama yang dibangun di Tibet. Atisha sangat terkesan dengan kumpulan buku berbahasa Sanskerta dan Tibet yang dimiliki perpustakaan Vihara itu dan berkata ia tidak berpikir bahwa begitu banyak naskah ajaran Buddha dalam bahasa Sanskerta yang ada bahkan di India sekalipun pada masa itu.

Secara keseluruhan, Atisha menghabiskan 17 tahun di Tanah Salju; 3 tahun di Ngari, 9 tahun di Nyetang dekat Lhasa, dan 5 tahun di berbagai tempat lainnya sampai kematiannya pada tahun 1054 M di usia 72 tahun, persis seperti yang dinubuatkan oleh Tara.

Jenazah Atisha dibalsem dan diabadikan di Nyetang dan, dua tahun setelah itu (1056 M), Dromtonpa, orang awam yang dihormati, membangun Vihara Radreng, pusat terpenting dari aliran Kadam yang meneruskan silsilah gurunya.

Dengan mengajarkan jalan terpadu tentang Sutra dan Tantra, guru agung dari India itu telah menyelesaikan tugas besar membentuk ulang dan menghidupkan kembali penyebaran Dharma lengkap Budha di Tibet.


The End

the financing of activities

supported by


Indie Video Production House

Padmasana has good reputation in Jambi. Clients include Governments, corporations and State-Owned Enterprises.

Padmasana dominated the production of all the video profile of tourist destinations in the province of Jambi.

Profit can be allocated to a gear and 50% cash propping up the organization.

Event organising in the area of the Muarajambi Temples Compound Site

During the holidays, like new year or hari raya, Padmasana could organise the festival by getting compensation from the visitor's ticket sales.

Sales of souvenir/ merchandise

Small scale because of lack of capital and production volume.

Organizing Tour packages and local guide

Scale is limited, because the majority of visitors to the area were domestic tourists.

Contact

Get in touch with us


HOMEBASE OFFICE Address

Jalan Yuka, Lorong Siswa Bakti Abri, No.22, Kec. Paalmerah Lama, Kota Jambi, Jambi, Indonesia, 36139

Muara Jambi Site research camp Address

Sanggar Sekolah Alam Raya, Dusun Sungai Melayu, RT.05, Desa Muara Jambi, Kab. Muaro Jambi, Jambi, Indonesia, 36382

Personal contact Phone number

+(62) 85266008969 (Roy Mardianto)

+(62) 85266091459 (Mukhtar Hadi / Borju)

+(62) 81366197841 (Iman Kurnia)

+(62) 82180783782 (M. Kurniawan)

Email

padmasanafoundation@yahoo.com